Jakarta – Pasar properti di Indonesia diprediksi menunjukkan tren positif menjelang tahun 2026. Sejumlah faktor seperti meningkatnya kebutuhan hunian, pertumbuhan kawasan baru, serta minat masyarakat terhadap rumah pertama disebut menjadi pendorong utama penguatan sektor properti.
Di tengah perkembangan ekonomi dan gaya hidup modern, permintaan terhadap hunian yang nyaman, strategis, dan memiliki fasilitas lengkap juga terus mengalami peningkatan, terutama di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga.
Rumah Subsidi Masih Jadi Incaran Masyarakat
Salah satu segmen yang diperkirakan tetap dominan adalah rumah subsidi. Program rumah terjangkau dinilai mampu menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang ingin memiliki rumah sendiri.
Selain harga lebih ringan, cicilan rumah subsidi juga dianggap lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat. Hal ini membuat permintaan rumah subsidi masih stabil dan menjadi salah satu penggerak utama pasar properti di berbagai daerah.
Sejumlah pengembang pun mulai memperluas pembangunan perumahan subsidi ke kawasan yang berkembang, termasuk daerah penyangga kota besar yang memiliki akses transportasi memadai.
Tren Hunian Modern dan Kawasan Terintegrasi Makin Populer
Selain rumah subsidi, tren hunian modern seperti cluster minimalis, apartemen, hingga kawasan mixed-use juga semakin diminati. Banyak masyarakat kini mempertimbangkan hunian yang dekat dengan pusat aktivitas seperti perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan pusat belanja.
Hunian dengan konsep ramah lingkungan, ruang terbuka, serta keamanan 24 jam menjadi nilai tambah yang semakin dicari calon pembeli. Tidak sedikit juga pembeli yang mulai fokus pada kenyamanan jangka panjang dibanding hanya mengejar lokasi.
Kawasan terintegrasi yang dilengkapi fasilitas umum juga dinilai mampu meningkatkan nilai properti dalam beberapa tahun ke depan.
Harga Properti Berpotensi Naik, Pembeli Diminta Lebih Cermat
Penguatan pasar properti juga berpotensi mendorong kenaikan harga di beberapa wilayah, khususnya area yang mengalami pengembangan infrastruktur seperti jalur transportasi baru, kawasan industri, atau pusat ekonomi baru.
Namun, calon pembeli disarankan tetap cermat sebelum membeli properti. Mulai dari legalitas tanah dan bangunan, akses jalan, fasilitas lingkungan, hingga kredibilitas pengembang perlu diperhatikan agar terhindar dari risiko di kemudian hari.
Bagi yang membeli untuk investasi, pemilihan lokasi dengan potensi pertumbuhan menjadi faktor penting agar nilai aset terus meningkat.
Minat Investasi Properti Masih Menjanjikan
Investasi properti masih dinilai menjanjikan karena memiliki nilai jangka panjang. Banyak investor mulai melihat peluang di sektor rumah sewa, kos-kosan, hingga properti komersial seperti ruko dan gudang logistik.
Selain itu, tren kerja hybrid dan pertumbuhan bisnis online juga membuat kebutuhan ruang penyimpanan serta gudang kecil di beberapa kota mulai meningkat.